
MENYAMPAIKAN-Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus penyusunan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026 di Aula Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (23/5)
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal menggelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus penyusunan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026 di Aula Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (23/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi seluruh unsur PMI guna meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Kota Tegal.
Musyawarah kerja tersebut dihadiri Dewan Kehormatan, Pengurus Pleno, Ketua dan Sekretaris PMI Kecamatan se-Kota Tegal, pegawai, serta perwakilan relawan PMI Kota Tegal. Kehadiran seluruh elemen organisasi mencerminkan komitmen bersama dalam menyatukan visi, langkah, dan pengabdian demi penguatan peran PMI di tengah masyarakat.
Wakil Ketua PMI Kota Tegal, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa terdapat empat pokok bahasan utama dalam Mukerkot tahun ini. Pertama, pemaparan laporan pelaksanaan program kerja tahun 2025 yang mencakup capaian, kendala, hingga dampak yang telah dirasakan masyarakat. Kedua, penyusunan dan pembahasan rencana kerja tahun 2026 agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan prioritas organisasi.
“Selain itu, forum juga membahas penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia, serta kebijakan organisasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan PMI. Sementara untuk pembiayaan kegiatan, seluruh pelaksanaan musyawarah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja PMI Kota Tegal,” katanya.

Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur PMI yang telah mengabdikan diri dengan tulus, baik pengurus, relawan, maupun pegawai.
“Ketika Palang Merah Indonesia menjadi salah satu pilihan tempat mengabdi di antara sekian banyak organisasi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bahkan kata terima kasih pun rasanya belum cukup untuk mewakili rasa syukur tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PMI memiliki tiga unsur penting dalam organisasi, yakni pengurus, relawan, dan pegawai. Relawan disebut sebagai sosok yang mengabdikan diri secara sukarela tanpa paksaan, termasuk di dalamnya anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) di lingkungan pendidikan maupun perguruan tinggi.
Sementara pegawai merupakan bagian dari organisasi yang menjalankan pelayanan secara profesional dengan mendapatkan imbalan berupa gaji atau upah. Meski demikian, menurut Agus, ketiga unsur tersebut memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung pelayanan kemanusiaan PMI.
“Tujuan kita ke depan adalah bagaimana pegawai, relawan, dan pengurus dapat bersatu padu dengan semangat yang sama demi meningkatkan kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat,” tegasnya.
Agus juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap sistem perencanaan organisasi PMI yang berbeda dengan pemerintahan daerah. Menurutnya, pelaksanaan musyawarah kerja PMI dilakukan setelah satu tahun kalender organisasi berjalan sebagai bentuk evaluasi dan penyusunan arah kebijakan ke depan.
Ia menjelaskan, sebagai organisasi berjenjang mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, PMI daerah harus menyesuaikan program kerja berdasarkan hasil keputusan musyawarah di tingkat yang lebih tinggi agar kebijakan tetap sejalan dan terkoordinasi.
“Musyawarah Kerja Kota ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi forum penting untuk menyusun langkah strategis organisasi berdasarkan arahan pusat dan provinsi serta kebutuhan daerah,” katanya.
Agus berharap sebelum pelaksanaan musyawarah, jajaran PMI daerah telah melakukan pra-muker untuk menghimpun berbagai masukan dan menyiapkan rancangan kerja yang matang. Dengan demikian, forum musyawarah dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi penguatan organisasi dan pelayanan kemanusiaan.
Kegiatan Mukerkot ditutup dengan penyusunan laporan resmi sebagai dokumen tindak lanjut seluruh keputusan yang telah disepakati bersama. Melalui forum ini, PMI Kota Tegal diharapkan semakin tangguh, solid, dan siap memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.(Humas)
