PMI Kota Tegal Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Debong Tengah

BERI BANTUAN-Kepala Markas Joko Trihadmojo bersama Relawan PMI Kelurahan menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di di Jalan Wonosobo, RT 02/RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Wonosobo, RT 02/RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Sabtu (4/4). Bantuan disalurkan kepada korban, Khaeri Isnawati, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah. Bantuan yang diberikan berupa 25 kilogram beras, satu dus mi instan, serta 5 kilogram telur ayam. Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil asesmen tim PMI di lokasi kejadian.

Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi S, melalui Kepala Markas Joko Trihadmojo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban kebakaran,” ujarnya.

Berdasarkan laporan ke PMI, kebakaran terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu peralatan elektronik di rumah korban. Akibat kejadian itu, rumah milik korban mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian lantai dua. Sejumlah barang berharga seperti peralatan elektronik, furnitur, perlengkapan rumah tangga, hingga dokumen penting dilaporkan hangus terbakar.

Data PMI mencatat, kebakaran ini berdampak pada 2 kepala keluarga dengan total 3 jiwa. Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material cukup signifikan. Selain melakukan distribusi bantuan logistik, PMI Kota Tegal juga terus melakukan pemantauan kondisi korban serta siap memberikan dukungan lanjutan apabila dibutuhkan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik dan penggunaan peralatan elektronik di rumah.(humas)

PMI Kota Tegal Kukuhkan Forum Relawan Kelurahan, Perkuat Aksi Kemanusiaan Hingga Akar Rumput

BERSAMA-Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, perwakilan forkompinda dan relawan Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4).

Sebanyak 189 relawan dari berbagai kelurahan di Kota Tegal resmi dikukuhkan dalam Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4), dalam suasana hangat Halalbi Halal bulan Syawal.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PMI Kota Tegal dalam memperkuat struktur organisasi kemanusiaan hingga ke tingkat paling bawah, yakni kelurahan. Dengan adanya forum ini, diharapkan koordinasi dan respons terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terorganisir.

Sekretaris Daerah Kota Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan forum relawan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta Program Kerja PMI Kota Tegal Tahun 2026.

“Forum ini dibentuk untuk memperkuat jaringan relawan di tingkat kelurahan, sehingga peran PMI dapat lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kelurahan mengirimkan tujuh orang relawan sebagai perwakilan, sehingga total terdapat 189 relawan yang siap bergerak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Menurut Agus, forum ini memiliki dua fokus utama. Pertama, pengerahan pendonor darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelaksanaan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran relawan sebagai ujung tombak organisasi kemanusiaan.

Ia menyoroti kondisi geografis Kota Tegal yang memiliki potensi bencana, seperti banjir rob dan genangan air, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan yang tinggi dari para relawan di tingkat kelurahan.

“Menjadi relawan adalah panggilan hati, ini adalah tugas mulia yang membutuhkan keikhlasan luar biasa, karena kita bekerja tanpa mengharap imbalan, semata-mata demi meringankan beban sesama manusia,” ujarnya di hadapan ratusan relawan.

Dedy Yon juga mengingatkan agar para relawan senantiasa menjaga semangat pengabdian, solidaritas, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia berharap forum relawan ini mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana dan pelayanan sosial di masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Tegal mendorong Forum Relawan PMI Kelurahan untuk menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.

Dengan dikukuhkannya forum ini, PMI Kota Tegal optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik bencana alam maupun kondisi sosial lainnya. Ke depan, forum relawan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas relawan secara berkelanjutan, sehingga setiap anggota memiliki keterampilan yang memadai dalam menjalankan misi kemanusiaan.(humas)

PMI Kota Tegal Bagikan Paket Sembako untuk Penyapu Jalan dan Petugas Perlintasan Rel Kereta Api

MENYALURKAN-Pengurus dan relawan PMI sedang menyalurkan bantuan beras ke sejumlah panti asuhan di Kota Tegal, Kamis (12/3).

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal kembali menunjukkan kepeduliannya kepada penyapu jalan dan petugas perlintasan rel kereta api, setelah sebelumnya dibagikan paket sembako kepada sejumlah panti asuhan di wilayah Kota Tegal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kemanusiaan PMI selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari program pembagian takjil yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di lima titik wilayah di Kota Tegal.

PMI Kota Tegal selanjutnya membagikan peket sembako untuk petugas kebersihan dan penjaga perlintasan rel kereta api, demi kelancaran pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Triatmodjo, menjelaskan bahwa bantuan yang disiapkan PMI mencakup ratusan paket sembako yang akan dibagikan kepada para petugas di berbagai instansi.

“Total bantuan yang disiapkan di antaranya 100 paket untuk tenaga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 30 paket untuk personel Dinas Perhubungan (Dishub), serta 113 paket yang akan dibagikan kepada tenaga kebersihan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tegal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono dalam sambutanya menyampaikan bahwa penyerahan bantuan dilaksanakan di Markas PMI Kota Tegal. Pembagian sembako tersebut diambil agar seluruh pihak dapat ikut merasakan lebaran.

“Penyerahan bantuan dilaksanakan di Markas PMI Kota Tegal antara lain penyapu jalan, penjaga perlintasan.rel kereta api dan petugas,” ungkap Agus.

Melalui kegiatan sosial ini, PMI Kota Tegal berharap dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan saling membantu sesama.(Humas)

PMI Kota Tegal Bentuk 27 Paguyuban Donor Darah di Kelurahan se Kota Tegal

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal membentuk sebanyak 27 paguyuban donor darah yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Tegal. Pembentukan paguyuban ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan stok darah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin dan sukarela.

Paguyuban donor darah tersebut akan difasilitasi melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di masing-masing kelurahan. Selain itu, beberapa kelurahan di Kota Tegal sebelumnya telah memiliki paguyuban donor darah yang aktif dan rutin menggelar kegiatan donor darah bagi masyarakat.

Wakil Ketua PMI Kota Tegal, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pembentukan paguyuban donor darah menjadi langkah strategis untuk menghimpun masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya secara sukarela dan berkelanjutan.

“Melalui paguyuban ini, pengurus PMI Kota Tegal dapat bersama-sama masyarakat menggerakkan kegiatan donor darah. Harapannya, kebutuhan darah di Kota Tegal dapat terpenuhi dengan baik dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban donor darah di tingkat kelurahan akan memudahkan koordinasi, pendataan pendonor, serta pelaksanaan kegiatan donor darah secara rutin. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan darah dapat terlayani dengan cepat. PMI Kota Tegal juga memberikan apresiasi kepada kelurahan-kelurahan yang telah lebih dulu membentuk paguyuban donor darah dan secara konsisten melaksanakan kegiatan donor darah. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama.

“Kami sangat mengapresiasi kelurahan yang sudah memiliki paguyuban donor darah dan secara rutin menggelar donor, Ini menjadi contoh baik bagi kelurahan lain,” tambahnya.

Zainal berharap seluruh ketua LPMK di Kota Tegal dapat berperan aktif dalam membentuk dan menggerakkan paguyuban donor darah di wilayahnya masing-masing. Ia menekankan bahwa kegiatan donor darah ini bersifat sukarela dan bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap para ketua LPMK dapat mendorong terbentuknya paguyuban donor darah yang aktif, sukarela, dan mampu melayani masyarakat secara optimal,” pungkasnya.

Setelah pembentukan tersebut dilanjutkan materi tentang sosialisasi donor darah yang disampaikan Kepala UDD PMI Kota Tegal dr Prima Astiawanti dipandu Kepala Markas PMI Kota Tegal Djoko Trihadmojo.(Komunikasi PMI Kota Tegal)