PMI Kota Tegal Gelar Diklat KSR, Cetak Relawan Tangguh untuk Penanganan Bencana

MEMBUKA-Ketua Bidang Generasi dan Relawan PMI Kota Tegal, Joko Syukur Baharudin, didampingi Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihatmojo memasang tanda pengenal tanda di mulainya diklat di Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (13/6).

Palang Merah Indonesia Kota Tegal menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Korps Sukarela (KSR) bagi para relawan sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sebanyak 20 relawan mengikuti pembukaan Diklat KSR yang berlangsung,  Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Bidang Generasi dan Relawan PMI Kota Tegal, Joko Syukur Baharudin, didampingi Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihatmojo di Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (13/6).

Ketua Bidang Generasi dan Relawan PMI Kota Tegal, Joko Syukur Baharudin, mengatakan bahwa diklat ini merupakan bagian dari upaya PMI untuk menyiapkan relawan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

“Sebanyak 20 relawan mengikuti pendidikan dan pelatihan ini. Mereka akan mendapatkan berbagai materi dasar kepalangmerahan, manajemen kebencanaan, pertolongan pertama, hingga teknik-teknik penanganan darurat yang diperlukan saat bertugas di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan relawan yang terlatih menjadi salah satu kekuatan utama PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun keadaan darurat lainnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihatmojo, menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti diklat nantinya akan menjadi bagian dari relawan PMI yang siap diterjunkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Setelah mengikuti dan menyelesaikan diklat, para relawan diharapkan dapat membantu PMI dalam penanganan bencana, kegiatan sosial kemanusiaan, pelayanan kesehatan, serta berbagai aksi kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Djoko.

Ia menambahkan, relawan KSR memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendukung tugas-tugas PMI. Karena itu, pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PMI Kota Tegal berharap dapat melahirkan relawan-relawan muda yang profesional, tangguh, dan memiliki jiwa kemanusiaan tinggi.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana.
Diklat KSR PMI Kota Tegal dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian materi teori dan praktik lapangan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan PMI.(humas)

PMI Kota Tegal Melakukan Assesment Rumah Roboh di Kelurahan Cabawan

ASESMENT-Pengurus PMI Bidang Bencana Ary Budi Wibowo dan relawan melakukan asesmen di rumah milik Charmadi yang mengalami kerusakan akibat robohnya bangunan dapur di Gang Nangka 2 RT 01 RW 02, Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Minggu (31/5).

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal melakukan asesmen langsung terhadap rumah milik Charmadi yang mengalami kerusakan akibat robohnya bangunan dapur di Gang Nangka 2 RT 01 RW 02, Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Minggu (31/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan yang diperlukan korban pasca musibah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa robohnya bangunan terjadi pada Jumat (29/5) usai hujan deras yang mengguyur wilayah Margadana pada Kamis malam. Bagian rumah yang ambruk merupakan dapur berukuran sekitar 3 x 6 meter yang berada di bagian belakang rumah.

Lurah Cabawan, Agus, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan bangunan lama dengan kondisi dinding yang sudah lapuk dimakan usia.

“Setelah hujan deras pada Kamis malam, bangunan dapur di belakang rumah ambruk. Kemungkinan karena kondisi dinding yang sudah rapuh dan kurang kuat menahan beban setelah terkena guyuran hujan,” ujarnya.

Selain menyebabkan dapur runtuh, kejadian tersebut juga mengakibatkan dinding kamar yang berada di samping bangunan mengalami retak-retak sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Rumah tersebut diketahui milik Charmadi, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Cabawan yang sehari-hari bekerja sebagai penggali makam dan juga tercatat sebagai penerima bantuan Program Lansia dari Dinas Sosial Kota Tegal.

Charmadi mengaku peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba setelah hujan reda. Saat itu istrinya sedang berada di dapur untuk memasak.

“Waktu itu istri saya sedang memasak, tiba-tiba bangunan itu ambruk semua. Bangunannya memang sudah lama dan lapuk, akhirnya roboh setelah terkena hujan,” tuturnya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat bangunan roboh, penghuni rumah berada di bagian depan rumah sehingga tidak tertimpa reruntuhan.

Pengurus PMI Bidang Bencana Ary Budi Wibowo yang hadir di lokasi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada korban.

“Hari ini kami datang bersama rekan-rekan rekawan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Setelah dilakukan penilaian dan pendataan kerusakan, selanjutnya kami akan menyusun laporan dan menyampaikannya kepada Ketua PMI,” ujarnya.

Melalui hasil asesmen tersebut, PMI berharap dapat memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan korban sehingga bangunan yang rusak dapat segera diperbaiki dan aktivitas keluarga dapat kembali berjalan normal. Hingga saat ini, tim PMI masih melakukan pendataan terkait kebutuhan yang diperlukan untuk proses perbaikan rumah yang terdampak musibah tersebut.(humas)

PMI Kota Tegal Gelar Musyawarah Kerja, Evaluasi Program dan Susun Langkah Strategis 2026

MENYAMPAIKAN-Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus penyusunan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026 di Aula Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (23/5)

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal menggelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus penyusunan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026 di Aula Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (23/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi seluruh unsur PMI guna meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Kota Tegal.

Musyawarah kerja tersebut dihadiri Dewan Kehormatan, Pengurus Pleno, Ketua dan Sekretaris PMI Kecamatan se-Kota Tegal, pegawai, serta perwakilan relawan PMI Kota Tegal. Kehadiran seluruh elemen organisasi mencerminkan komitmen bersama dalam menyatukan visi, langkah, dan pengabdian demi penguatan peran PMI di tengah masyarakat.

Wakil Ketua PMI Kota Tegal, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa terdapat empat pokok bahasan utama dalam Mukerkot tahun ini. Pertama, pemaparan laporan pelaksanaan program kerja tahun 2025 yang mencakup capaian, kendala, hingga dampak yang telah dirasakan masyarakat. Kedua, penyusunan dan pembahasan rencana kerja tahun 2026 agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan prioritas organisasi.

“Selain itu, forum juga membahas penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia, serta kebijakan organisasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan PMI. Sementara untuk pembiayaan kegiatan, seluruh pelaksanaan musyawarah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja PMI Kota Tegal,” katanya.

Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur PMI yang telah mengabdikan diri dengan tulus, baik pengurus, relawan, maupun pegawai.

“Ketika Palang Merah Indonesia menjadi salah satu pilihan tempat mengabdi di antara sekian banyak organisasi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bahkan kata terima kasih pun rasanya belum cukup untuk mewakili rasa syukur tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PMI memiliki tiga unsur penting dalam organisasi, yakni pengurus, relawan, dan pegawai. Relawan disebut sebagai sosok yang mengabdikan diri secara sukarela tanpa paksaan, termasuk di dalamnya anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) di lingkungan pendidikan maupun perguruan tinggi.

Sementara pegawai merupakan bagian dari organisasi yang menjalankan pelayanan secara profesional dengan mendapatkan imbalan berupa gaji atau upah. Meski demikian, menurut Agus, ketiga unsur tersebut memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung pelayanan kemanusiaan PMI.

“Tujuan kita ke depan adalah bagaimana pegawai, relawan, dan pengurus dapat bersatu padu dengan semangat yang sama demi meningkatkan kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat,” tegasnya.

Agus juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap sistem perencanaan organisasi PMI yang berbeda dengan pemerintahan daerah. Menurutnya, pelaksanaan musyawarah kerja PMI dilakukan setelah satu tahun kalender organisasi berjalan sebagai bentuk evaluasi dan penyusunan arah kebijakan ke depan.

Ia menjelaskan, sebagai organisasi berjenjang mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, PMI daerah harus menyesuaikan program kerja berdasarkan hasil keputusan musyawarah di tingkat yang lebih tinggi agar kebijakan tetap sejalan dan terkoordinasi.

“Musyawarah Kerja Kota ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi forum penting untuk menyusun langkah strategis organisasi berdasarkan arahan pusat dan provinsi serta kebutuhan daerah,” katanya.

Agus berharap sebelum pelaksanaan musyawarah, jajaran PMI daerah telah melakukan pra-muker untuk menghimpun berbagai masukan dan menyiapkan rancangan kerja yang matang. Dengan demikian, forum musyawarah dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi penguatan organisasi dan pelayanan kemanusiaan.

Kegiatan Mukerkot ditutup dengan penyusunan laporan resmi sebagai dokumen tindak lanjut seluruh keputusan yang telah disepakati bersama. Melalui forum ini, PMI Kota Tegal diharapkan semakin tangguh, solid, dan siap memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.(Humas)

PMI Kota Tegal Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Debong Tengah

BERI BANTUAN-Kepala Markas Joko Trihadmojo bersama Relawan PMI Kelurahan menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di di Jalan Wonosobo, RT 02/RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Wonosobo, RT 02/RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Sabtu (4/4). Bantuan disalurkan kepada korban, Khaeri Isnawati, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah. Bantuan yang diberikan berupa 25 kilogram beras, satu dus mi instan, serta 5 kilogram telur ayam. Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil asesmen tim PMI di lokasi kejadian.

Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi S, melalui Kepala Markas Joko Trihadmojo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban kebakaran,” ujarnya.

Berdasarkan laporan ke PMI, kebakaran terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu peralatan elektronik di rumah korban. Akibat kejadian itu, rumah milik korban mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian lantai dua. Sejumlah barang berharga seperti peralatan elektronik, furnitur, perlengkapan rumah tangga, hingga dokumen penting dilaporkan hangus terbakar.

Data PMI mencatat, kebakaran ini berdampak pada 2 kepala keluarga dengan total 3 jiwa. Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material cukup signifikan. Selain melakukan distribusi bantuan logistik, PMI Kota Tegal juga terus melakukan pemantauan kondisi korban serta siap memberikan dukungan lanjutan apabila dibutuhkan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik dan penggunaan peralatan elektronik di rumah.(humas)

PMI Kota Tegal Kukuhkan Forum Relawan Kelurahan, Perkuat Aksi Kemanusiaan Hingga Akar Rumput

BERSAMA-Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, perwakilan forkompinda dan relawan Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4).

Sebanyak 189 relawan dari berbagai kelurahan di Kota Tegal resmi dikukuhkan dalam Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4), dalam suasana hangat Halalbi Halal bulan Syawal.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PMI Kota Tegal dalam memperkuat struktur organisasi kemanusiaan hingga ke tingkat paling bawah, yakni kelurahan. Dengan adanya forum ini, diharapkan koordinasi dan respons terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terorganisir.

Sekretaris Daerah Kota Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan forum relawan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta Program Kerja PMI Kota Tegal Tahun 2026.

“Forum ini dibentuk untuk memperkuat jaringan relawan di tingkat kelurahan, sehingga peran PMI dapat lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kelurahan mengirimkan tujuh orang relawan sebagai perwakilan, sehingga total terdapat 189 relawan yang siap bergerak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Menurut Agus, forum ini memiliki dua fokus utama. Pertama, pengerahan pendonor darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelaksanaan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran relawan sebagai ujung tombak organisasi kemanusiaan.

Ia menyoroti kondisi geografis Kota Tegal yang memiliki potensi bencana, seperti banjir rob dan genangan air, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan yang tinggi dari para relawan di tingkat kelurahan.

“Menjadi relawan adalah panggilan hati, ini adalah tugas mulia yang membutuhkan keikhlasan luar biasa, karena kita bekerja tanpa mengharap imbalan, semata-mata demi meringankan beban sesama manusia,” ujarnya di hadapan ratusan relawan.

Dedy Yon juga mengingatkan agar para relawan senantiasa menjaga semangat pengabdian, solidaritas, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia berharap forum relawan ini mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana dan pelayanan sosial di masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Tegal mendorong Forum Relawan PMI Kelurahan untuk menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.

Dengan dikukuhkannya forum ini, PMI Kota Tegal optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik bencana alam maupun kondisi sosial lainnya. Ke depan, forum relawan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas relawan secara berkelanjutan, sehingga setiap anggota memiliki keterampilan yang memadai dalam menjalankan misi kemanusiaan.(humas)

PMI Kota Tegal Bagikan Paket Sembako untuk Penyapu Jalan dan Petugas Perlintasan Rel Kereta Api

MENYALURKAN-Pengurus dan relawan PMI sedang menyalurkan bantuan beras ke sejumlah panti asuhan di Kota Tegal, Kamis (12/3).

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal kembali menunjukkan kepeduliannya kepada penyapu jalan dan petugas perlintasan rel kereta api, setelah sebelumnya dibagikan paket sembako kepada sejumlah panti asuhan di wilayah Kota Tegal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kemanusiaan PMI selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari program pembagian takjil yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di lima titik wilayah di Kota Tegal.

PMI Kota Tegal selanjutnya membagikan peket sembako untuk petugas kebersihan dan penjaga perlintasan rel kereta api, demi kelancaran pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Triatmodjo, menjelaskan bahwa bantuan yang disiapkan PMI mencakup ratusan paket sembako yang akan dibagikan kepada para petugas di berbagai instansi.

“Total bantuan yang disiapkan di antaranya 100 paket untuk tenaga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 30 paket untuk personel Dinas Perhubungan (Dishub), serta 113 paket yang akan dibagikan kepada tenaga kebersihan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tegal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono dalam sambutanya menyampaikan bahwa penyerahan bantuan dilaksanakan di Markas PMI Kota Tegal. Pembagian sembako tersebut diambil agar seluruh pihak dapat ikut merasakan lebaran.

“Penyerahan bantuan dilaksanakan di Markas PMI Kota Tegal antara lain penyapu jalan, penjaga perlintasan.rel kereta api dan petugas,” ungkap Agus.

Melalui kegiatan sosial ini, PMI Kota Tegal berharap dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan saling membantu sesama.(Humas)

PMI Kota Tegal Bentuk 27 Paguyuban Donor Darah di Kelurahan se Kota Tegal

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal membentuk sebanyak 27 paguyuban donor darah yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Tegal. Pembentukan paguyuban ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan stok darah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin dan sukarela.

Paguyuban donor darah tersebut akan difasilitasi melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di masing-masing kelurahan. Selain itu, beberapa kelurahan di Kota Tegal sebelumnya telah memiliki paguyuban donor darah yang aktif dan rutin menggelar kegiatan donor darah bagi masyarakat.

Wakil Ketua PMI Kota Tegal, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pembentukan paguyuban donor darah menjadi langkah strategis untuk menghimpun masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya secara sukarela dan berkelanjutan.

“Melalui paguyuban ini, pengurus PMI Kota Tegal dapat bersama-sama masyarakat menggerakkan kegiatan donor darah. Harapannya, kebutuhan darah di Kota Tegal dapat terpenuhi dengan baik dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban donor darah di tingkat kelurahan akan memudahkan koordinasi, pendataan pendonor, serta pelaksanaan kegiatan donor darah secara rutin. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan darah dapat terlayani dengan cepat. PMI Kota Tegal juga memberikan apresiasi kepada kelurahan-kelurahan yang telah lebih dulu membentuk paguyuban donor darah dan secara konsisten melaksanakan kegiatan donor darah. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama.

“Kami sangat mengapresiasi kelurahan yang sudah memiliki paguyuban donor darah dan secara rutin menggelar donor, Ini menjadi contoh baik bagi kelurahan lain,” tambahnya.

Zainal berharap seluruh ketua LPMK di Kota Tegal dapat berperan aktif dalam membentuk dan menggerakkan paguyuban donor darah di wilayahnya masing-masing. Ia menekankan bahwa kegiatan donor darah ini bersifat sukarela dan bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap para ketua LPMK dapat mendorong terbentuknya paguyuban donor darah yang aktif, sukarela, dan mampu melayani masyarakat secara optimal,” pungkasnya.

Setelah pembentukan tersebut dilanjutkan materi tentang sosialisasi donor darah yang disampaikan Kepala UDD PMI Kota Tegal dr Prima Astiawanti dipandu Kepala Markas PMI Kota Tegal Djoko Trihadmojo.(Komunikasi PMI Kota Tegal)

Pemkot Tegal, PMI Kota Tegal dan BPBD Gerak Cepat Bantu Rumah Warga Yang Roboh Akibat Cuaca Ekstrim

MENINJAU-Sekda Kota Tegal yang juga Ketua PMI drg Agus Dwi Sulistyantono didampingi Kepala BPBD Mabrur, Pengurus PMI Bidang Bencana Budi Saptaji, Ari Budi Wibowo, Camat Tegal Selatan Budi Santoso dan Lurah Rabdugunting Zudiar meninjau rumah roboh di di Jalan Cendrawasih Lontrong 4B Rt 02/05 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/11) pukul 09.40 wib.

Pemerintah Kota Tegal melakukan gerak cepat setelah mendapatkan informasi adanya rumah warga yang berada di Jalan Cendrawasih Lontrong 4B Rt 02/05 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/11) pukul 09.40 wib, roboh yang disebabkan cuaca ekstrim. Rumah roboh tersebut disebabkan hujan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang. Dan
konstruksi bangunan yang sudah lapuk.

Tinjauan dilakukan langsung Sekda Kota Tegal yang juga Ketua PMI drg Agus Dwi Sulistyantono didampingi Kepala BPBD Mabrur, Pengurus PMI Bidang Bencana Budi Saptaji, Ari Budi Wibowo, Camat Tegal Selatan Budi Santoso dan Lurah Rabdugunting Zudiar.

Kejadian berawal saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah KotaTegal. Dan dampak dari hujan tersebut pada sekitar Pukul 07.00 WIB atap rumah warga  Firman Pradana, 34, roboh.

“Atap rumah roboh sekitar pukul 05.00 Wib, dini hari,” kata Firman.

Setelah mendapatkan laporan tersebut sekitar Pukul 09.38 WIB tim langsung ke rumah roboh warga Kelurahan Randugunting. Asesmen dilakukan Petugas BPBD dan PMI Kota Tegal. Penyebab robohnya bangunan tersebut, karena konstruksi bangunan yang sudah lapuk karena usia bangunan. Sehingga mengakibatkan bagian atap rumah roboh dan mengalami kerusakan dengan luas

“Warga yang terdampak rumah roboh tidak mengungsi. Karena masih ada bagian ruangan untuk dihuni,” kata Kalak BPBD Kota Tegal Mabrur.

Dari kejadian tersebut, Sekda Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah tidak berada dirumah tersebut. Setelah mendapatkan laporan tersebut, semua langsung bergerak BPBD, PMI dan Dinas Sosial. Semua akan bersama-sama untuk memberikan dukungan yang bisa dilakukan untuk perbaikan rumah.

“Insya Allah dapat segera diatasi, dan dapat segera diperbaiki,” ujar Agus.

Selain tinjauan, juga diserahkan bantuan sementara berupa Terpal 1 lembar,
bahan material Kayu Usuk 20 batang, Kayu Blandar 3 batang, Kayu Reng 2 iket, Genteng 500 buah, Kasur darurat 3 lembar
Paket Hygiene KIT 2.(humas)

ALUMPEJI-80 Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatra

SALURKAN BANTUAN-Ketua Alumpeji, Imam Badarudin salurkan bantuan dan diterima Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihadmojo  di Markas PMI Kota Tegal, Senin (8/12).

Alumni SMP Negeri 1 Tegal Angkatan 1980 (ALUMPEJI-80) menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal di Markas PMI, Senin (8/12).

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Alumpeji, Imam Badarudin, dan diterima oleh Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihadmojo. Bantuan berupa donasi uang tunai sebesar Rp 6.100.000 itu akan segera dikirimkan melalui PMI Pusat untuk disalurkan kepada warga terdampak banjir di Sumatra.

Menurut Imam Badarudin, penggalangan dana dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial para alumni terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah banjir di Sumatra,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihadmojo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada ALUMPEJI-80 yang telah ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

“Terima kasih kepada para alumni SMP Negeri 1 Angkatan 1980, bantuan ini sangat berarti bagi para korban dan akan segera kami salurkan melalui PMI Pusat,” katanya.

Djoko berharap aksi solidaritas seperti ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk ikut membantu.
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra beberapa hari terakhir menyebabkan ribuan warga harus mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar lainnya. PMI terus menggalang dukungan untuk membantu proses penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.(Humas)