5.000 Peserta Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-81 PMI Kota Tegal

DIMULAI-Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, didampingi Ketua PMI Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono saat memulai jalan sehat di Markas PMI Kota Tegal, Minggu (27/9).

Sekitar 5.000 peserta memeriahkan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kantor PMI Kota Tegal, Minggu pagi (27/9). Kegiatan bertema “Peduli, Bergerak, Bersama” tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT PMI yang diperingati setiap 17 September.

Jalan sehat diikuti berbagai unsur, mulai dari jajaran pengurus PMI Kota Tegal, Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), pegawai PMI, tenaga kesehatan, relawan, pendonor darah, komunitas donor darah, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tegal.

Ketua PMI Kota Tegal drg. Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, jalan sehat tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengonsolidasikan seluruh elemen yang memiliki perhatian terhadap kegiatan kemanusiaan.

“Untuk kegiatan hari ini diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari semua unsur Palang Merah, baik PMR, KSR, pegawai, pendonor darah, sukarelawan, komunitas pendonor darah, dan semua pihak yang memiliki perhatian terhadap kegiatan kemanusiaan,” ujar Agus.

Semarak kegiatan semakin terasa dengan disiapkannya berbagai hadiah bagi peserta. Panitia menyediakan sekitar 150 hadiah, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

Agus berharap kegiatan tersebut dapat semakin membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan PMI.

“Harapannya adalah ini menjadi bagian daripada menjalin silaturahmi, bagian daripada kita mengonsolidasi. Sehingga semua elemen masyarakat yang memiliki atensi kemanusiaan akan siap sedia, baik itu sebagai pendonor maupun memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan,” katanya.

Menurut Agus, semangat kemanusiaan tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi bencana atau kondisi darurat. Kepedulian masyarakat juga diperlukan dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk donor darah yang menjadi salah satu bentuk nyata membantu sesama.

Peringatan HUT ke-81 PMI Kota Tegal sebelumnya juga telah diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya tasyakuran dan apel bersama.
Rangkaian kegiatan masih akan berlanjut pada 30 September 2026 melalui agenda pemberian penghargaan kepada para tokoh PMI, pemerhati kemanusiaan, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Bulan Dana PMI. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi PMI Kota Tegal kepada berbagai pihak yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan dan misi kemanusiaan.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengapresiasi pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan HUT ke-81 PMI Kota Tegal.

Dedy Yon berharap PMI sebagai salah satu garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan dapat terus menjaga semangat kepedulian sekaligus mengajak masyarakat untuk membantu sesama.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, PMI, relawan, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan kemanusiaan di Kota Tegal.

Melalui momentum HUT ke-81 PMI, semangat “Peduli, Bergerak, Bersama” diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan seremonial, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan nyata untuk membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Humas)

PMI Kota Tegal Kenalkan Tugas Kemanusiaan dan Donor Darah kepada Anak Usia Dini

MENERIMA-Pengurus PMI Kota Tegal Bidang Relawan dan Generasi Muda, Nona Florida Parera menerima kunjungan dari Kelompok Bermain (KB) Amalia Kota Tegal ke Markas PMI Kota Tegal, Rabu (23/9).

PMI Kota Tegal mengenalkan tugas-tugas kemanusiaan dan pentingnya donor darah kepada anak usia dini dari Kelompok Bermain (KB) Amalia Kota Tegal. Kegiatan tersebut dikemas melalui kunjungan edukatif ke Markas PMI Kota Tegal, Jalan Aiptu KS Tubun Nomor 8, Rabu (23/9).
Kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu menjadi bagian dari pembelajaran langsung untuk memperkenalkan dunia pelayanan kemanusiaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, Pengurus PMI Kota Tegal Bidang Relawan dan Generasi Muda, Nona Florida Parera, memberikan edukasi mengenai keberadaan dan fungsi PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

“Anak-anak juga diperkenalkan dengan kegiatan donor darah serta manfaatnya bagi masyarakat. Selain itu, mereka mendapat gambaran mengenai berbagai kegiatan PMI dalam membantu masyarakat, termasuk penanganan bencana dan pemberian bantuan darurat,” katanya.

Kepala KB Amalia Kota Tegal, Milatun Khanifah, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai PMI, tetapi juga dikenalkan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, empati sosial, dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kegiatan belajar di lingkungan PMI juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas pelayanan kemanusiaan. Pembelajaran di luar kelas tersebut diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus membangun kepedulian sosial sejak usia dini,” ujarnya.

Melalui pengenalan tugas kemanusiaan sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh dengan pemahaman bahwa membantu sesama, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan memiliki sikap empati merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.(humas)

PMI Kota Tegal Peringati HUT ke-81, Teguhkan Semangat Peduli dan Kemanusiaan

MEMPERINGATI-Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan dihadiri Wakil Wali  Tazkiyyatul Muthmainnah, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah sekaligus Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 melalui apel yang digelar di GOR Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (17/9).

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 melalui apel yang digelar di GOR Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (17/9).


Apel dipimpin Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan dihadiri Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal, serta Sekretaris Daerah Kota Tegal sekaligus Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono.

Ketua PMI Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, peringatan HUT ke-81 PMI mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”.

Menurutnya, sejumlah kegiatan telah dan akan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI. Di antaranya malam tasyakuran dan renungan, apel HUT PMI, jalan sehat, pemberian penghargaan kepada donor darah sukarela, serta malam dana kemanusiaan.

“Melalui peringatan HUT PMI ke-81 ini, kami ingin meneguhkan mandat kemanusiaan sekaligus menyerukan pesan-pesan damai melalui langkah kebaikan,” ujar Agus.

Sementara itu, dalam amanatnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan apresiasi atas dedikasi PMI, para relawan, dan masyarakat yang selama ini mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk donor darah dan Bulan Dana PMI.

“PMI adalah simbol kepedulian dan solidaritas yang senantiasa hadir untuk membantu sesama tanpa memandang suku, agama, atau golongan,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dengan PMI melalui semangat peduli, bergerak, dan bersama.

Peringatan HUT ke-81 PMI Kota Tegal tahun 2026 berlangsung selama satu bulan, mulai 17 September hingga 17 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, relawan, pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, media, hingga para mitra kemanusiaan.
Melalui rangkaian tersebut, PMI Kota Tegal berharap semangat kepedulian dan kemanusiaan semakin tumbuh serta menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.(Humas)

HUT KE-81, PMI KOTA TEGAL Gelar  Tasyakuran

TASYKURAN-Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal drg Agus Dwi S menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI. Kegiatan berlangsung di Aula Markas PMI Kota Tegal, Rabu (16/9).

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI. Kegiatan berlangsung di Aula Markas PMI Kota Tegal, Rabu (16/9). Tasyakuran menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memperkuat semangat kemanusiaan yang selama ini menjadi landasan PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua PMI Kota Tegal, drg Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Tahun ini, HUT ke-81 PMI yang diperingati pada 17 September 2026 mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama.” Tema tersebut dinilai memiliki makna yang kuat dalam menggambarkan semangat PMI dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Peduli berarti kita mampu melihat, mendengar, dan merasakan kondisi sesama. Kepedulian menjadi awal dari setiap tindakan kemanusiaan yang dilakukan PMI,” ujar Agus.

Menurutnya, kepedulian tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Karena itu, kata “Bergerak” dimaknai sebagai upaya untuk mengubah rasa peduli menjadi aksi dan pelayanan langsung di tengah masyarakat.

“Tidak cukup hanya peduli, tetapi harus bergerak. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, PMI harus hadir dan memberikan respons sesuai dengan kapasitas dan tugas kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, kata “Bersama” menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan misi kemanusiaan. PMI tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat secara luas.

“Dengan bersama-sama, dampak yang kita berikan akan menjadi lebih besar. Semangat kolaborasi ini harus terus kita bangun dalam setiap kegiatan kemanusiaan,” katanya.

Agus menambahkan, PMI Kota Tegal akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam pelayanan donor darah, penanganan kebencanaan, pertolongan pertama, pelayanan sosial, maupun penguatan kapasitas relawan.
Menurutnya, keberadaan relawan menjadi salah satu kekuatan penting PMI. Semangat kerelawanan harus terus dipelihara agar PMI dapat hadir secara cepat dan tepat ketika masyarakat membutuhkan.

Momentum HUT ke-81 juga menjadi kesempatan bagi jajaran PMI Kota Tegal untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan kemanusiaan ke depan.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI Kota Tegal tidak hanya diisi dengan tasyakuran. Sejumlah kegiatan juga telah disiapkan, di antaranya Apel Akbar yang dijadwalkan berlangsung di GOR Tegal Selatan, Kamis (17/9), Jalan Sehat pada Minggu (27/9), serta Malam Dana Kemanusiaan di Gedung Adipura pada Rabu (30/9).
Seluruh rangkaian tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat semakin mengenal dan terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan PMI.

Dengan semangat “Peduli, Bergerak, Bersama”, PMI Kota Tegal berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam setiap langkah pengabdiannya.(Humas)

PMI Kota Tegal Siapkan Empat Agenda HUT ke-81

MEMIMPIN-Ketua PMI Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono memimpin rapat koordinasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi di Markas PMI Kota Tegal, Rabu (9/9).

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal menyiapkan sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi di Markas PMI Kota Tegal, Rabu (9/9). Dalam rapat tersebut, jajaran PMI Kota Tegal mematangkan empat agenda utama, yakni tasyakuran, apel, jalan sehat, dan Malam Dana Kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Malam Tasyakuran yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 16 September 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula PMI Kota Tegal. Selanjutnya, Apel akan digelar Kamis, 17 September 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai di GOR Tegal Selatan. Agenda berikutnya adalah Jalan Sehat yang dilaksanakan Minggu, 27 September 2026. Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 06.00 WIB dengan lokasi start dan finish di Markas PMI Kota Tegal.

Sementara itu, rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI akan ditutup dengan Malam Dana Kemanusiaan yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 30 September 2026, pukul 19.00 WIB di Gedung Adipura Kota Tegal.

Ketua PMI Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut disiapkan tidak sekadar untuk memperingati hari jadi PMI, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semua kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam rangka HUT ke-81 PMI Kota Tegal,” kata Agus.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan antara jajaran PMI, relawan, serta masyarakat. Momentum HUT menjadi kesempatan untuk kembali menguatkan semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Melalui peringatan HUT ke-81, Agus berharap  semakin solid dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain menjadi peringatan hari jadi, berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu mengajak masyarakat lebih dekat dengan PMI sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap aksi-aksi kemanusiaan.(humas)

PMI Kota Tegal Gelar Diklat KSR, Cetak Relawan Tangguh untuk Penanganan Bencana

MEMBUKA-Ketua Bidang Generasi dan Relawan PMI Kota Tegal, Joko Syukur Baharudin, didampingi Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihatmojo memasang tanda pengenal tanda di mulainya diklat di Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (13/6).

Palang Merah Indonesia Kota Tegal menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Korps Sukarela (KSR) bagi para relawan sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sebanyak 20 relawan mengikuti pembukaan Diklat KSR yang berlangsung,  Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Bidang Generasi dan Relawan PMI Kota Tegal, Joko Syukur Baharudin, didampingi Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihatmojo di Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (13/6).

Ketua Bidang Generasi dan Relawan PMI Kota Tegal, Joko Syukur Baharudin, mengatakan bahwa diklat ini merupakan bagian dari upaya PMI untuk menyiapkan relawan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

“Sebanyak 20 relawan mengikuti pendidikan dan pelatihan ini. Mereka akan mendapatkan berbagai materi dasar kepalangmerahan, manajemen kebencanaan, pertolongan pertama, hingga teknik-teknik penanganan darurat yang diperlukan saat bertugas di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan relawan yang terlatih menjadi salah satu kekuatan utama PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun keadaan darurat lainnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihatmojo, menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti diklat nantinya akan menjadi bagian dari relawan PMI yang siap diterjunkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Setelah mengikuti dan menyelesaikan diklat, para relawan diharapkan dapat membantu PMI dalam penanganan bencana, kegiatan sosial kemanusiaan, pelayanan kesehatan, serta berbagai aksi kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Djoko.

Ia menambahkan, relawan KSR memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendukung tugas-tugas PMI. Karena itu, pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PMI Kota Tegal berharap dapat melahirkan relawan-relawan muda yang profesional, tangguh, dan memiliki jiwa kemanusiaan tinggi.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana.
Diklat KSR PMI Kota Tegal dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian materi teori dan praktik lapangan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan PMI.(humas)

PMI Kota Tegal Melakukan Assesment Rumah Roboh di Kelurahan Cabawan

ASESMENT-Pengurus PMI Bidang Bencana Ary Budi Wibowo dan relawan melakukan asesmen di rumah milik Charmadi yang mengalami kerusakan akibat robohnya bangunan dapur di Gang Nangka 2 RT 01 RW 02, Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Minggu (31/5).

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal melakukan asesmen langsung terhadap rumah milik Charmadi yang mengalami kerusakan akibat robohnya bangunan dapur di Gang Nangka 2 RT 01 RW 02, Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Minggu (31/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan yang diperlukan korban pasca musibah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa robohnya bangunan terjadi pada Jumat (29/5) usai hujan deras yang mengguyur wilayah Margadana pada Kamis malam. Bagian rumah yang ambruk merupakan dapur berukuran sekitar 3 x 6 meter yang berada di bagian belakang rumah.

Lurah Cabawan, Agus, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan bangunan lama dengan kondisi dinding yang sudah lapuk dimakan usia.

“Setelah hujan deras pada Kamis malam, bangunan dapur di belakang rumah ambruk. Kemungkinan karena kondisi dinding yang sudah rapuh dan kurang kuat menahan beban setelah terkena guyuran hujan,” ujarnya.

Selain menyebabkan dapur runtuh, kejadian tersebut juga mengakibatkan dinding kamar yang berada di samping bangunan mengalami retak-retak sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Rumah tersebut diketahui milik Charmadi, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Cabawan yang sehari-hari bekerja sebagai penggali makam dan juga tercatat sebagai penerima bantuan Program Lansia dari Dinas Sosial Kota Tegal.

Charmadi mengaku peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba setelah hujan reda. Saat itu istrinya sedang berada di dapur untuk memasak.

“Waktu itu istri saya sedang memasak, tiba-tiba bangunan itu ambruk semua. Bangunannya memang sudah lama dan lapuk, akhirnya roboh setelah terkena hujan,” tuturnya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat bangunan roboh, penghuni rumah berada di bagian depan rumah sehingga tidak tertimpa reruntuhan.

Pengurus PMI Bidang Bencana Ary Budi Wibowo yang hadir di lokasi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada korban.

“Hari ini kami datang bersama rekan-rekan rekawan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Setelah dilakukan penilaian dan pendataan kerusakan, selanjutnya kami akan menyusun laporan dan menyampaikannya kepada Ketua PMI,” ujarnya.

Melalui hasil asesmen tersebut, PMI berharap dapat memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan korban sehingga bangunan yang rusak dapat segera diperbaiki dan aktivitas keluarga dapat kembali berjalan normal. Hingga saat ini, tim PMI masih melakukan pendataan terkait kebutuhan yang diperlukan untuk proses perbaikan rumah yang terdampak musibah tersebut.(humas)

PMI Kota Tegal Gelar Musyawarah Kerja, Evaluasi Program dan Susun Langkah Strategis 2026

MENYAMPAIKAN-Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus penyusunan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026 di Aula Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (23/5)

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal menggelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus penyusunan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026 di Aula Markas PMI Kota Tegal, Sabtu (23/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi seluruh unsur PMI guna meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Kota Tegal.

Musyawarah kerja tersebut dihadiri Dewan Kehormatan, Pengurus Pleno, Ketua dan Sekretaris PMI Kecamatan se-Kota Tegal, pegawai, serta perwakilan relawan PMI Kota Tegal. Kehadiran seluruh elemen organisasi mencerminkan komitmen bersama dalam menyatukan visi, langkah, dan pengabdian demi penguatan peran PMI di tengah masyarakat.

Wakil Ketua PMI Kota Tegal, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa terdapat empat pokok bahasan utama dalam Mukerkot tahun ini. Pertama, pemaparan laporan pelaksanaan program kerja tahun 2025 yang mencakup capaian, kendala, hingga dampak yang telah dirasakan masyarakat. Kedua, penyusunan dan pembahasan rencana kerja tahun 2026 agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan prioritas organisasi.

“Selain itu, forum juga membahas penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia, serta kebijakan organisasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan PMI. Sementara untuk pembiayaan kegiatan, seluruh pelaksanaan musyawarah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja PMI Kota Tegal,” katanya.

Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur PMI yang telah mengabdikan diri dengan tulus, baik pengurus, relawan, maupun pegawai.

“Ketika Palang Merah Indonesia menjadi salah satu pilihan tempat mengabdi di antara sekian banyak organisasi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bahkan kata terima kasih pun rasanya belum cukup untuk mewakili rasa syukur tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PMI memiliki tiga unsur penting dalam organisasi, yakni pengurus, relawan, dan pegawai. Relawan disebut sebagai sosok yang mengabdikan diri secara sukarela tanpa paksaan, termasuk di dalamnya anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) di lingkungan pendidikan maupun perguruan tinggi.

Sementara pegawai merupakan bagian dari organisasi yang menjalankan pelayanan secara profesional dengan mendapatkan imbalan berupa gaji atau upah. Meski demikian, menurut Agus, ketiga unsur tersebut memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung pelayanan kemanusiaan PMI.

“Tujuan kita ke depan adalah bagaimana pegawai, relawan, dan pengurus dapat bersatu padu dengan semangat yang sama demi meningkatkan kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat,” tegasnya.

Agus juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap sistem perencanaan organisasi PMI yang berbeda dengan pemerintahan daerah. Menurutnya, pelaksanaan musyawarah kerja PMI dilakukan setelah satu tahun kalender organisasi berjalan sebagai bentuk evaluasi dan penyusunan arah kebijakan ke depan.

Ia menjelaskan, sebagai organisasi berjenjang mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, PMI daerah harus menyesuaikan program kerja berdasarkan hasil keputusan musyawarah di tingkat yang lebih tinggi agar kebijakan tetap sejalan dan terkoordinasi.

“Musyawarah Kerja Kota ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi forum penting untuk menyusun langkah strategis organisasi berdasarkan arahan pusat dan provinsi serta kebutuhan daerah,” katanya.

Agus berharap sebelum pelaksanaan musyawarah, jajaran PMI daerah telah melakukan pra-muker untuk menghimpun berbagai masukan dan menyiapkan rancangan kerja yang matang. Dengan demikian, forum musyawarah dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi penguatan organisasi dan pelayanan kemanusiaan.

Kegiatan Mukerkot ditutup dengan penyusunan laporan resmi sebagai dokumen tindak lanjut seluruh keputusan yang telah disepakati bersama. Melalui forum ini, PMI Kota Tegal diharapkan semakin tangguh, solid, dan siap memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.(Humas)

PMI Kota Tegal Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Debong Tengah

BERI BANTUAN-Kepala Markas Joko Trihadmojo bersama Relawan PMI Kelurahan menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di di Jalan Wonosobo, RT 02/RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Wonosobo, RT 02/RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Sabtu (4/4). Bantuan disalurkan kepada korban, Khaeri Isnawati, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah. Bantuan yang diberikan berupa 25 kilogram beras, satu dus mi instan, serta 5 kilogram telur ayam. Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil asesmen tim PMI di lokasi kejadian.

Ketua PMI Kota Tegal, drg. Agus Dwi S, melalui Kepala Markas Joko Trihadmojo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban kebakaran,” ujarnya.

Berdasarkan laporan ke PMI, kebakaran terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu peralatan elektronik di rumah korban. Akibat kejadian itu, rumah milik korban mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian lantai dua. Sejumlah barang berharga seperti peralatan elektronik, furnitur, perlengkapan rumah tangga, hingga dokumen penting dilaporkan hangus terbakar.

Data PMI mencatat, kebakaran ini berdampak pada 2 kepala keluarga dengan total 3 jiwa. Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material cukup signifikan. Selain melakukan distribusi bantuan logistik, PMI Kota Tegal juga terus melakukan pemantauan kondisi korban serta siap memberikan dukungan lanjutan apabila dibutuhkan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik dan penggunaan peralatan elektronik di rumah.(humas)

PMI Kota Tegal Kukuhkan Forum Relawan Kelurahan, Perkuat Aksi Kemanusiaan Hingga Akar Rumput

BERSAMA-Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, perwakilan forkompinda dan relawan Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4).

Sebanyak 189 relawan dari berbagai kelurahan di Kota Tegal resmi dikukuhkan dalam Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4), dalam suasana hangat Halalbi Halal bulan Syawal.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PMI Kota Tegal dalam memperkuat struktur organisasi kemanusiaan hingga ke tingkat paling bawah, yakni kelurahan. Dengan adanya forum ini, diharapkan koordinasi dan respons terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terorganisir.

Sekretaris Daerah Kota Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan forum relawan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta Program Kerja PMI Kota Tegal Tahun 2026.

“Forum ini dibentuk untuk memperkuat jaringan relawan di tingkat kelurahan, sehingga peran PMI dapat lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kelurahan mengirimkan tujuh orang relawan sebagai perwakilan, sehingga total terdapat 189 relawan yang siap bergerak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Menurut Agus, forum ini memiliki dua fokus utama. Pertama, pengerahan pendonor darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelaksanaan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran relawan sebagai ujung tombak organisasi kemanusiaan.

Ia menyoroti kondisi geografis Kota Tegal yang memiliki potensi bencana, seperti banjir rob dan genangan air, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan yang tinggi dari para relawan di tingkat kelurahan.

“Menjadi relawan adalah panggilan hati, ini adalah tugas mulia yang membutuhkan keikhlasan luar biasa, karena kita bekerja tanpa mengharap imbalan, semata-mata demi meringankan beban sesama manusia,” ujarnya di hadapan ratusan relawan.

Dedy Yon juga mengingatkan agar para relawan senantiasa menjaga semangat pengabdian, solidaritas, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia berharap forum relawan ini mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana dan pelayanan sosial di masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Tegal mendorong Forum Relawan PMI Kelurahan untuk menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.

Dengan dikukuhkannya forum ini, PMI Kota Tegal optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik bencana alam maupun kondisi sosial lainnya. Ke depan, forum relawan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas relawan secara berkelanjutan, sehingga setiap anggota memiliki keterampilan yang memadai dalam menjalankan misi kemanusiaan.(humas)