PMI Kota Tegal Melakukan Assesment Rumah Roboh di Kelurahan Cabawan

ASESMENT-Pengurus PMI Bidang Bencana Ary Budi Wibowo dan relawan melakukan asesmen di rumah milik Charmadi yang mengalami kerusakan akibat robohnya bangunan dapur di Gang Nangka 2 RT 01 RW 02, Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Minggu (31/5).
Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal melakukan asesmen langsung terhadap rumah milik Charmadi yang mengalami kerusakan akibat robohnya bangunan dapur di Gang Nangka 2 RT 01 RW 02, Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Minggu (31/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan yang diperlukan korban pasca musibah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa robohnya bangunan terjadi pada Jumat (29/5) usai hujan deras yang mengguyur wilayah Margadana pada Kamis malam. Bagian rumah yang ambruk merupakan dapur berukuran sekitar 3 x 6 meter yang berada di bagian belakang rumah.
Lurah Cabawan, Agus, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan bangunan lama dengan kondisi dinding yang sudah lapuk dimakan usia.
“Setelah hujan deras pada Kamis malam, bangunan dapur di belakang rumah ambruk. Kemungkinan karena kondisi dinding yang sudah rapuh dan kurang kuat menahan beban setelah terkena guyuran hujan,” ujarnya.
Selain menyebabkan dapur runtuh, kejadian tersebut juga mengakibatkan dinding kamar yang berada di samping bangunan mengalami retak-retak sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Rumah tersebut diketahui milik Charmadi, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Cabawan yang sehari-hari bekerja sebagai penggali makam dan juga tercatat sebagai penerima bantuan Program Lansia dari Dinas Sosial Kota Tegal.
Charmadi mengaku peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba setelah hujan reda. Saat itu istrinya sedang berada di dapur untuk memasak.
“Waktu itu istri saya sedang memasak, tiba-tiba bangunan itu ambruk semua. Bangunannya memang sudah lama dan lapuk, akhirnya roboh setelah terkena hujan,” tuturnya.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat bangunan roboh, penghuni rumah berada di bagian depan rumah sehingga tidak tertimpa reruntuhan.
Pengurus PMI Bidang Bencana Ary Budi Wibowo yang hadir di lokasi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada korban.
“Hari ini kami datang bersama rekan-rekan rekawan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Setelah dilakukan penilaian dan pendataan kerusakan, selanjutnya kami akan menyusun laporan dan menyampaikannya kepada Ketua PMI,” ujarnya.
Melalui hasil asesmen tersebut, PMI berharap dapat memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan korban sehingga bangunan yang rusak dapat segera diperbaiki dan aktivitas keluarga dapat kembali berjalan normal. Hingga saat ini, tim PMI masih melakukan pendataan terkait kebutuhan yang diperlukan untuk proses perbaikan rumah yang terdampak musibah tersebut.(humas)
