PMI Kota Tegal Kukuhkan Forum Relawan Kelurahan, Perkuat Aksi Kemanusiaan Hingga Akar Rumput

BERSAMA-Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, perwakilan forkompinda dan relawan Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4).

Sebanyak 189 relawan dari berbagai kelurahan di Kota Tegal resmi dikukuhkan dalam Forum Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kelurahan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (1/4), dalam suasana hangat Halalbi Halal bulan Syawal.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PMI Kota Tegal dalam memperkuat struktur organisasi kemanusiaan hingga ke tingkat paling bawah, yakni kelurahan. Dengan adanya forum ini, diharapkan koordinasi dan respons terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terorganisir.

Sekretaris Daerah Kota Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan forum relawan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta Program Kerja PMI Kota Tegal Tahun 2026.

“Forum ini dibentuk untuk memperkuat jaringan relawan di tingkat kelurahan, sehingga peran PMI dapat lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kelurahan mengirimkan tujuh orang relawan sebagai perwakilan, sehingga total terdapat 189 relawan yang siap bergerak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Menurut Agus, forum ini memiliki dua fokus utama. Pertama, pengerahan pendonor darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelaksanaan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran relawan sebagai ujung tombak organisasi kemanusiaan.

Ia menyoroti kondisi geografis Kota Tegal yang memiliki potensi bencana, seperti banjir rob dan genangan air, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan yang tinggi dari para relawan di tingkat kelurahan.

“Menjadi relawan adalah panggilan hati, ini adalah tugas mulia yang membutuhkan keikhlasan luar biasa, karena kita bekerja tanpa mengharap imbalan, semata-mata demi meringankan beban sesama manusia,” ujarnya di hadapan ratusan relawan.

Dedy Yon juga mengingatkan agar para relawan senantiasa menjaga semangat pengabdian, solidaritas, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia berharap forum relawan ini mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana dan pelayanan sosial di masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Tegal mendorong Forum Relawan PMI Kelurahan untuk menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.

Dengan dikukuhkannya forum ini, PMI Kota Tegal optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik bencana alam maupun kondisi sosial lainnya. Ke depan, forum relawan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas relawan secara berkelanjutan, sehingga setiap anggota memiliki keterampilan yang memadai dalam menjalankan misi kemanusiaan.(humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *