Pemkot Tegal, PMI Kota Tegal dan BPBD Gerak Cepat Bantu Rumah Warga Yang Roboh Akibat Cuaca Ekstrim

MENINJAU-Sekda Kota Tegal yang juga Ketua PMI drg Agus Dwi Sulistyantono didampingi Kepala BPBD Mabrur, Pengurus PMI Bidang Bencana Budi Saptaji, Ari Budi Wibowo, Camat Tegal Selatan Budi Santoso dan Lurah Rabdugunting Zudiar meninjau rumah roboh di di Jalan Cendrawasih Lontrong 4B Rt 02/05 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/11) pukul 09.40 wib.

Pemerintah Kota Tegal melakukan gerak cepat setelah mendapatkan informasi adanya rumah warga yang berada di Jalan Cendrawasih Lontrong 4B Rt 02/05 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/11) pukul 09.40 wib, roboh yang disebabkan cuaca ekstrim. Rumah roboh tersebut disebabkan hujan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang. Dan
konstruksi bangunan yang sudah lapuk.

Tinjauan dilakukan langsung Sekda Kota Tegal yang juga Ketua PMI drg Agus Dwi Sulistyantono didampingi Kepala BPBD Mabrur, Pengurus PMI Bidang Bencana Budi Saptaji, Ari Budi Wibowo, Camat Tegal Selatan Budi Santoso dan Lurah Rabdugunting Zudiar.

Kejadian berawal saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah KotaTegal. Dan dampak dari hujan tersebut pada sekitar Pukul 07.00 WIB atap rumah warga  Firman Pradana, 34, roboh.

“Atap rumah roboh sekitar pukul 05.00 Wib, dini hari,” kata Firman.

Setelah mendapatkan laporan tersebut sekitar Pukul 09.38 WIB tim langsung ke rumah roboh warga Kelurahan Randugunting. Asesmen dilakukan Petugas BPBD dan PMI Kota Tegal. Penyebab robohnya bangunan tersebut, karena konstruksi bangunan yang sudah lapuk karena usia bangunan. Sehingga mengakibatkan bagian atap rumah roboh dan mengalami kerusakan dengan luas

“Warga yang terdampak rumah roboh tidak mengungsi. Karena masih ada bagian ruangan untuk dihuni,” kata Kalak BPBD Kota Tegal Mabrur.

Dari kejadian tersebut, Sekda Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah tidak berada dirumah tersebut. Setelah mendapatkan laporan tersebut, semua langsung bergerak BPBD, PMI dan Dinas Sosial. Semua akan bersama-sama untuk memberikan dukungan yang bisa dilakukan untuk perbaikan rumah.

“Insya Allah dapat segera diatasi, dan dapat segera diperbaiki,” ujar Agus.

Selain tinjauan, juga diserahkan bantuan sementara berupa Terpal 1 lembar,
bahan material Kayu Usuk 20 batang, Kayu Blandar 3 batang, Kayu Reng 2 iket, Genteng 500 buah, Kasur darurat 3 lembar
Paket Hygiene KIT 2.(humas)

ALUMPEJI-80 Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatra

SALURKAN BANTUAN-Ketua Alumpeji, Imam Badarudin salurkan bantuan dan diterima Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihadmojo  di Markas PMI Kota Tegal, Senin (8/12).

Alumni SMP Negeri 1 Tegal Angkatan 1980 (ALUMPEJI-80) menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal di Markas PMI, Senin (8/12).

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Alumpeji, Imam Badarudin, dan diterima oleh Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihadmojo. Bantuan berupa donasi uang tunai sebesar Rp 6.100.000 itu akan segera dikirimkan melalui PMI Pusat untuk disalurkan kepada warga terdampak banjir di Sumatra.

Menurut Imam Badarudin, penggalangan dana dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial para alumni terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah banjir di Sumatra,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Tegal, Djoko Trihadmojo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada ALUMPEJI-80 yang telah ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

“Terima kasih kepada para alumni SMP Negeri 1 Angkatan 1980, bantuan ini sangat berarti bagi para korban dan akan segera kami salurkan melalui PMI Pusat,” katanya.

Djoko berharap aksi solidaritas seperti ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk ikut membantu.
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra beberapa hari terakhir menyebabkan ribuan warga harus mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar lainnya. PMI terus menggalang dukungan untuk membantu proses penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.(Humas)